Minggu, 31 Mei 2026
Palangka Raya— Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kalimantan Tengah.
Menurut Agustin Teras Narang, program MBG harus dijalankan sesuai amanat konstitusi dalam melindungi segenap bangsa Indonesia dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, seluruh pelaksana program dituntut untuk mengedepankan standar kualitas, keamanan, dan keselamatan yang tinggi.
Ia mengungkapkan telah melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah fasilitas SPPG di Kalimantan Tengah guna melihat kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi.
“Saya melihat langsung fasilitas beberapa SPPG di Kalteng dan mengingatkan pentingnya bekerja dalam semangat kemanusiaan secara profesional, serta memenuhi standar keamanan dan keselamatan, khususnya bagi anak-anak yang dilayani,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agustin menilai penghentian sementara operasional sejumlah SPPG merupakan langkah yang tepat sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh.
“Penghentian operasi sementara ini adalah hal yang wajar dan perlu dilakukan dengan tegas agar ada perbaikan dan pemenuhan standar secara menyeluruh,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, untuk turut berperan aktif dalam pengawasan serta fasilitasi pemenuhan standar operasional SPPG.
“Perlu ada kolaborasi dalam melakukan evaluasi dan inovasi perbaikan agar seluruh aspek, baik sarana prasarana, tenaga kerja, maupun operasional, memenuhi standar kelayakan,” tambahnya.
Terkait program MBG yang merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto, Agustin menekankan pentingnya memastikan program tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Program ini harus dipastikan berjalan sesuai tujuan dasarnya, agar tidak menimbulkan inefisiensi yang justru merugikan anggaran dan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para guru, untuk turut mengawal kualitas makanan yang diberikan kepada para pelajar agar benar-benar memenuhi standar gizi dan layak dikonsumsi.
Di akhir pernyataannya, Agustin berharap seluruh SPPG di Kalimantan Tengah dapat segera dibenahi dan kembali beroperasi secara optimal, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah melalui penyerapan produk lokal.
Dengan kondisi ekonomi dan tekanan fiskal daerah saat ini, ia menegaskan bahwa setiap program pemerintah pusat di daerah harus dijalankan secara efektif, efisien, serta memberikan manfaat nyata tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.