Jumat, 5 Juni 2026
Jakarta– Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., menghadiri audiensi antara Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) dan Dewan Energi Nasional (DEN) yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 5 Sekretariat Jenderal DEN, Gedung Widjajono Partowidagdo, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).
Audiensi tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait sektor perkebunan kelapa sawit nasional, terutama implementasi program biodiesel B50 yang akan mulai diterapkan secara nasional serta penguatan pengawasan harga Tandan Buah Segar (TBS) guna memberikan kepastian dan perlindungan bagi petani sawit di daerah penghasil. Pemerintah menargetkan implementasi mandatori B50 mulai 1 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan pemanfaatan bahan bakar berbasis sawit dalam negeri.
Dalam pertemuan tersebut, para kepala daerah yang tergabung dalam AKPSI menyampaikan berbagai aspirasi dan masukan terkait dampak kebijakan B50 terhadap daerah penghasil sawit. Selain berpotensi meningkatkan serapan minyak sawit domestik, kebijakan ini juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui stabilitas harga komoditas sawit.
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menegaskan bahwa Kabupaten Seruyan sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit di Kalimantan Tengah memiliki kepentingan besar terhadap keberhasilan implementasi program B50. Menurutnya, kebijakan tersebut harus berjalan beriringan dengan pengawasan harga TBS agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh petani sawit.
“Kami mendukung program nasional yang bertujuan memperkuat ketahanan energi dan meningkatkan nilai tambah komoditas sawit. Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan petani mendapatkan harga TBS yang layak dan berkeadilan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ahmad Selanorwanda berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan organisasi petani terus diperkuat agar industri sawit Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Melalui audiensi ini, AKPSI dan DEN diharapkan dapat merumuskan langkah-langkah strategis dalam mendukung implementasi B50, memperkuat tata kelola industri sawit nasional, serta memastikan kesejahteraan petani tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.