Minggu, 31 Mei 2026
BANYUWANGI– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melakukan kunjungan kaji tiru ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (10/2/2026). Kunjungan tersebut difokuskan pada penguatan reformasi birokrasi, digitalisasi pelayanan publik, serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi unggulan daerah.
Rombongan dipimpin langsung Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda dan turut diikuti Wakil Ketua I DPRD Seruyan Harsandi, Tim Satgas Pengendalian Pembangunan Daerah Kajian Strategis dan Investigasi Khusus (PPDKSIK), para kepala perangkat daerah, serta Pelaksana Tugas Sekretaris DPRD Seruyan.
Banyuwangi dipilih sebagai lokus kaji tiru karena dinilai berhasil menerapkan tata kelola pemerintahan modern dan inovatif. Daerah tersebut juga dikenal secara nasional setelah meraih predikat AA dalam penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), menjadikannya salah satu kabupaten dengan capaian tertinggi di Indonesia.
Dalam agenda tersebut, Pemkab Seruyan mempelajari sejumlah sektor strategis, meliputi manajemen kinerja birokrasi, pengelolaan pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan, hingga strategi penguatan pariwisata berbasis event dan digitalisasi layanan publik.
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda mengatakan, kaji tiru ini merupakan langkah konkret untuk menyerap praktik terbaik yang telah terbukti efektif di Banyuwangi.
“Kami ingin belajar secara langsung bagaimana digitalisasi pemerintahan dijalankan, bagaimana manajemen birokrasi diperkuat, serta bagaimana promosi daerah mampu meningkatkan daya saing dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, kunjungan tersebut tidak berhenti pada studi banding semata, melainkan akan ditindaklanjuti melalui kerja sama antardaerah dan implementasi inovasi yang disesuaikan dengan karakteristik Seruyan.
Rombongan Pemkab Seruyan disambut oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Aula Minak Jinggo, Kantor Bupati Banyuwangi. Dalam pertemuan itu, jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memaparkan sejumlah inovasi, termasuk sistem pelayanan publik berbasis digital yang telah terintegrasi dan berdampak pada peningkatan kualitas layanan masyarakat.
Ipuk Fiestiandani menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap terjalin kolaborasi yang saling menguntungkan. Menurutnya, setiap daerah memiliki keunggulan yang dapat dipertukarkan sebagai bentuk pembelajaran bersama.
“Banyuwangi memiliki kekuatan di sektor pariwisata dan digitalisasi, sementara Seruyan mempunyai potensi besar di bidang pertanian dan perkebunan. Ke depan, kami juga ingin belajar bagaimana pengelolaan perkebunan di Seruyan yang lahannya luas untuk mendorong peningkatan PAD,” ujarnya.
Melalui kaji tiru ini, Pemkab Seruyan menargetkan terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, inovatif, dan adaptif, sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah berbasis potensi unggulan dan teknologi informasi.