Minggu, 31 Mei 2026
Palangka Raya —Aliansi Masyarakat Kalimantan Tengah Peduli Pulau Sumatera menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk tiga provinsi terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyaluran bantuan dilakukan pada 16–17 Desember 2025 dan merupakan tindak lanjut dari hasil penggalangan dana yang dilaksanakan pada 4–9 Desember 2025.
Total dana terkumpul sebesar Rp153.871.600,-. Penggalangan donasi ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Kalimantan Tengah terhadap warga yang terdampak bencana.
Kegiatan melibatkan berbagai organisasi kemahasiswaan, organisasi kepemudaan, dan komunitas sosial, antara lain Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), serta sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa dan himpunan mahasiswa dari berbagai kampus di Palangka Raya.
Selain itu, turut bergabung komunitas sosial seperti Partungkoan Toba, Naposo Sonak Malela, Turun Tangan Palangka Raya, dan Himpunan Mahasiswa Barito Selatan.
Tingginya respons masyarakat Kalimantan Tengah membuat kegiatan ini mendapat dukungan luas. Seluruh dana yang diperoleh kemudian dibagikan secara merata kepada tiga daerah terdampak, dengan masing-masing provinsi menerima bantuan sekitar Rp50.000.000,-. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus membantu proses pemulihan warga di wilayah bencana.
Penyaluran donasi diwakili oleh Aal Rahman selaku Koordinator Lapangan dan Handreno Yusup selaku Sekretaris Lapangan. Bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, aliansi turut memastikan penyaluran dilakukan secara langsung dan transparan. Hal ini menjadi bentuk komitmen moral kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Sekretaris Lapangan Aliansi yang juga Sekretaris Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Palangka Raya, Handreno Yusup, menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga amanah moral masyarakat Kalimantan Tengah.
“Penyaluran donasi ini merupakan tanggung jawab kami kepada seluruh aliansi dan masyarakat Kalimantan Tengah yang telah membantu dan berkontribusi. Kami berharap donasi ini dapat menjadi pelita dan harapan bagi saudara-saudari yang terdampak bencana,” ujarnya.
Handreno juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Tengah beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Tengah yang telah memfasilitasi proses penyaluran bantuan, termasuk melibatkan mahasiswa Kalimantan Tengah dalam kegiatan kemanusiaan lintas provinsi tersebut. Ia menyebut, hal ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya mahasiswa Kalimantan Tengah terlibat langsung dalam distribusi bantuan kemanusiaan ke luar daerah.
Selain itu, Aliansi Masyarakat Kalteng Peduli Pulau Sumatera menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Palangka Raya, Wali Kota, dan Wakil Wali Kota Palangka Raya atas dukungan yang diberikan, khususnya terkait fasilitasi administrasi dan koordinasi teknis. Dukungan ini juga terbangun melalui komunikasi yang intens oleh Ketua Cabang GMKI Palangka Raya, Arpandi, sehingga seluruh proses berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
Kegiatan kemanusiaan ini diharapkan menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan solidaritas masyarakat Kalimantan Tengah dalam membantu sesama, sekaligus memperkuat persaudaraan nasional di tengah situasi bencana.