Festival Olahraga Disabilitas Perdana Pulang Pisau Digelar, Tanpa Anggaran Khusus Dinas

IMG_20260815_152623

Pulang Pisau – Keterbatasan anggaran tak menyurutkan semangat Kabupaten Pulang Pisau menghadirkan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berprestasi. Festival Olahraga Disabilitas Tahun 2026 perdana digelar di GOR Pandehen Bereng, Sabtu (15/6/2026) melalui kolaborasi pemerintah daerah, NPCI dan dukungan sponsor.

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Pulang Pisau bersama National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Pulang Pisau menggelar festival tersebut sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pulang Pisau ke-24 dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disbudporapar Pulang Pisau, Helina Yulianti mengatakan, festival tersebut menjadi kegiatan perdana sekaligus momentum untuk menjaring bibit atlet penyandang disabilitas di Kabupaten Pulang Pisau.

“Kenapa kami mengadakan festival ini, salah satunya untuk menjaring atlet disabilitas di Kabupaten Pulang Pisau. Ini juga pertama kalinya dilakukan di Kabupaten Pulang Pisau,” ujar Helina.

Menurutnya, sejumlah cabang olahraga dipertandingkan dalam festival tersebut, di antaranya bulu tangkis, boccia dan atletik, khususnya nomor lari sprint. Cabang-cabang tersebut diharapkan dapat menjadi wadah untuk menemukan atlet potensial yang nantinya dapat dikembangkan menuju ajang paralimpik tingkat lebih tinggi.

Helina menjelaskan, gagasan festival muncul karena kegiatan olahraga khusus penyandang disabilitas belum pernah dilaksanakan sebelumnya di tingkat kabupaten.

Selain menjadi ajang pencarian bibit atlet, kegiatan ini juga merupakan bentuk penghargaan terhadap keberadaan serta potensi penyandang disabilitas di Kabupaten Pulang Pisau.

“Ini bentuk kita menghargai keberadaan mereka. Mereka juga mempunyai motivasi untuk bertanding dan berlomba,” katanya.

Menariknya, festival tersebut tetap terlaksana meskipun Disbudporapar tidak memiliki anggaran khusus untuk kegiatan tersebut. Pelaksanaan dilakukan melalui kolaborasi dengan NPCI Kabupaten Pulang Pisau, memanfaatkan hibah NPCI serta dukungan sejumlah sponsor.

“Walaupun anggaran di dinas memang tidak ada, kegiatan ini tetap kami laksanakan berkolaborasi dengan NPCI. Kami juga mencari sponsor karena anggaran yang tersedia memang tidak mencukupi,” jelas Helina.

Ia berharap Festival Olahraga Disabilitas dapat menjadi agenda rutin dan terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya tentang olahraga dan prestasi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun semangat serta motivasi penyandang disabilitas agar terus berkarya dan menunjukkan kemampuan.

“Kami berharap kegiatan ini meningkatkan semangat hidup mereka dan menunjukkan bahwa mereka dihargai di Kabupaten Pulang Pisau,” tuturnya.

Helina juga berharap ke depan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, NPCI dan berbagai pihak dalam memberdayakan atlet disabilitas.

Ia menilai sosialisasi mengenai keberadaan NPCI dan potensi olahraga paralimpik masih perlu diperkuat. Penyandang disabilitas, kata dia, tidak semestinya hanya dipandang sebagai kelompok yang membutuhkan bantuan, tetapi juga harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi dan menunjukkan prestasi.

“Jangan hanya melihat mereka dari sisi bantuan. Kita juga harus melihat potensi yang ada dan memberdayakan mereka,” pungkasnya. (Red)

WhatsApp Image 2026-01-15 at 19.53.38
WhatsApp Image 2026-01-15 at 20.21.20

Opini

keagamaan

Olahraga & Otomotif

Hiburan & Gaya Hidup

Seni & Budaya

WhatsApp Image 2026-01-15 at 20.21.21
Flayer Hari Jadi APDESI
WhatsApp Image 2026-02-17 at 12.26.37
WhatsApp Image 2026-02-17 at 11.00.18
WhatsApp Image 2026-02-18 at 14.16.56

Berita Populer

Hukum & Kriminal

Politik

Ekonomi

Lifestyle

WhatsApp Image 2026-01-15 at 20.21.21