Kamis, 30 Juli 2026
Kuala Pembuang – Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, dr. Bahrun Abbas, M.P.H., memimpin Focus Group Discussion (FGD) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tingkat Kabupaten Seruyan Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Rabu (24/6/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam rangka pencegahan, penanganan, serta penyelesaian berbagai potensi konflik sosial yang dapat terjadi di wilayah Kabupaten Seruyan. FGD dihadiri oleh unsur Forkopimda, perangkat daerah terkait, instansi vertikal, serta pemangku kepentingan lainnya.
Dalam arahannya, Plh. Sekda menegaskan pentingnya peran Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, deteksi dini dan langkah-langkah preventif harus terus diperkuat guna mengantisipasi munculnya potensi konflik di tengah masyarakat.
“Koordinasi dan komunikasi yang baik antarinstansi menjadi kunci utama dalam mencegah maupun menangani konflik sosial. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat menjaga situasi Kabupaten Seruyan tetap aman, kondusif, dan mendukung kelancaran pembangunan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Seruyan, H. Ahmad Selanorwanda, SE., M.Si., menyampaikan bahwa penanganan konflik sosial memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah secara terpadu.
“Pemerintah Kabupaten Seruyan berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi antarinstansi serta membangun komunikasi yang harmonis dengan masyarakat. Pencegahan konflik harus menjadi prioritas agar tercipta suasana yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh masyarakat,” ungkap Bupati.
Melalui FGD ini diharapkan dapat menghasilkan berbagai masukan dan rekomendasi strategis dalam rangka meningkatkan efektivitas penanganan konflik sosial di Kabupaten Seruyan, sehingga stabilitas daerah dapat terus terjaga demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.(red)