Minggu, 13 September 2026
PULANG PISAU – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Daerah Pemilihan (Dapil) V wilayah Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Nyelong Inga Simon, melaksanakan reses perseorangan masa persidangan III tahun 2026 di Kabupaten Pulang Pisau. Kamis ( 27/8 2026).
Dalam reses tersebut, Nyelong menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengevaluasi sejumlah program pemberdayaan, khususnya yang berkaitan dengan perempuan, pertanian, kelompok usaha bersama (KUB), serta pemanfaatan potensi sumber daya lokal.
Nyelong mengatakan, kegiatan reses kali ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Bahkan, jumlah peserta yang hadir mencapai lebih dari 90 orang, melebihi target awal sebanyak 75 orang.
“Semangatnya memang luar biasa. Tidak kalah dengan transmigrasi. Tadi mencapai lebih dari 90 orang, walaupun targetnya hanya 75,” ujarnya.
Ia menyebutkan, salah satu fokus yang menjadi perhatian dalam reses adalah pengembangan padi lokal. Menurutnya, padi lokal memiliki daya tahan dan kemampuan adaptasi yang baik terhadap kondisi lingkungan setempat.
“Padi lokal ini kelihatan sekali daya tahannya, memang adaptif dengan kondisi lokal. Sehingga Kapuas dan Pulang Pisau tidak akan kekurangan beras, bahkan bisa menyuplai ke Palangka Raya dan Banjarmasin,” katanya.
Menurut Nyelong, pengembangan padi lokal juga dapat dilakukan dengan tetap mempertahankan pola budidaya masyarakat secara turun-temurun, namun dibantu dengan pemberian pupuk pada masa persemaian dan menjelang pembuahan untuk mempercepat pertumbuhan.
Ia juga menyampaikan wacana pemberian nama dan pengembangan merek khusus untuk padi lokal sebagai upaya menjaga keberlanjutan produksinya.
Selain sektor pertanian, Nyelong melakukan evaluasi terhadap kelompok usaha bersama yang telah dikembangkan masyarakat, di antaranya usaha cabai, lamang, purun, telur asin, beras lokal dan kerajinan manik-manik.
Untuk komoditas cabai, ia menyebut masyarakat telah mengembangkan jenis cabai taji yang dinilai mampu bertahan dalam jangka waktu cukup lama dengan perawatan dan penyiraman yang tepat.
“Yang sudah berkembang ada yang lebih dari 100 tanaman. Jenis lombok ini adalah lombok taji yang bisa bertahan 2,5 tahun bahkan empat sampai lima tahun, yang penting mendapatkan air yang cukup,” jelasnya.
Sementara itu, pengembangan usaha purun dinilai memiliki prospek karena bahan bakunya melimpah di wilayah Pulang Pisau. Produk purun saat ini mulai diarahkan menjadi barang kerajinan dan oleh-oleh dengan kemasan yang lebih menarik.
Nyelong juga menyoroti usaha lamang yang dinilai telah menjadi salah satu produk khas Pulang Pisau. Berdasarkan evaluasi, lamang biasa masih lebih banyak diminati masyarakat karena mudah dijual dan cepat laku.
“Di Pulang Pisau ini lamang sudah menjadi oleh-oleh khas. Bahkan kalau tidak berproduksi, masyarakat mencarinya,” katanya.
Ia menilai pengembangan berbagai produk lokal tersebut masih menghadapi kendala, terutama dari sisi kemasan dan pemasaran secara daring. Karena itu, pelatihan pemasaran online dan peningkatan kualitas packaging dinilai perlu diperkuat.
Selain itu, pengembangan kerajinan manik-manik juga menjadi perhatian. Menurutnya, kerajinan tersebut memiliki pasar karena dapat digunakan sebagai aksesori seperti gelang, kalung dan berbagai perlengkapan lainnya.
Bahan kerajinan juga mulai dikembangkan dari material daur ulang, seperti sampah plastik, limbah kayu dan kaca. Pengembangan teknologi tepat guna telah dilakukan melalui pelatihan, sementara proses meronce tetap melibatkan masyarakat lokal yang memahami karakter dan motif budaya Dayak.
“Kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak Barito Pacific Group untuk pengembangan ke arah industri,” ujarnya.
Di bidang peternakan, Nyelong turut mengevaluasi program pengembangan ternak babi yang diberikan kepada masyarakat melalui kelompok. Ia mengatakan bibit yang disalurkan dikawal agar benar-benar berupa bibit ternak dan mendapat pendampingan apabila mengalami masalah.
Saat ini, dari satu kelompok yang beranggotakan 35 keluarga, masing-masing keluarga mendapatkan dua ekor babi untuk dikembangkan. Nyelong menyebut perkembangan ternak tersebut berjalan baik.
“Kalau dia mendapat dua, maka dua itu yang akan digulirkan kembali. Semuanya terdata,” katanya.
Nyelong menegaskan, ke depan pihaknya tidak akan menambah banyak kelompok usaha baru, melainkan fokus memperkuat kelompok yang sudah berjalan melalui pelatihan, pendampingan dan pengembangan pemasaran.
“Sepakat bahwa tidak lagi menambah kelompok usaha bersama, tapi yang sudah ada ini yang dikembangkan,” pungkasnya.( Red)