Kamis, 30 Juli 2026
Jakarta – Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) memperingati Hari Ulang Tahunnya ke-17 dengan penuh khidmat di Jakarta, Minggu (21/12). Mengusung tema “Damai Kristus Mempersatukan Keluarga, Bangsa, dan Negara”, momentum ini menjadi ajang penguatan komitmen sosial, politik, dan kebangsaan bagi para kader GEKIRA di seluruh Indonesia.
Perayaan puncak turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, pimpinan kementerian, serta jajaran petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menandakan besarnya dukungan dan kepercayaan terhadap peran strategis GEKIRA dalam merawat keberagaman dan memperkuat pembangunan nasional.
Sejumlah pejabat penting hadir dalam perayaan tersebut, antara lain Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Menteri Tenaga Kerja, Menteri Haji dan Umroh, serta Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi organisasi keagamaan dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat nilai kebangsaan.
Dukungan politik juga tampak kuat dengan hadirnya Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Sugiono. Kehadiran Direktur Utama BRI Sunarso, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Dirut Bulog, serta jajaran pimpinan BUMN lainnya menunjukkan sinergi nyata antara misi sosial GEKIRA dengan agenda pemberdayaan ekonomi dan ketahanan nasional.
Delegasi GEKIRA Kalimantan Tengah turut mengambil peran dalam perayaan ini. Wakil Ketua Umum GEKIRA Kalteng, Arifin DJ Sinang, menegaskan bahwa GEKIRA Kalteng telah aktif menjalankan pelayanan persekutuan dan pendampingan masyarakat sebagai wujud nyata pelayanan rohani dan sosial.
“Fokus kami adalah kehadiran di akar rumput. Di Kalimantan Tengah, kami terus bergerak menyasar kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kehadiran organisasi secara langsung,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum GEKIRA Kalteng, Dr. Ari Yunus Hendrawan, menekankan bahwa esensi pergerakan GEKIRA adalah membangun persekutuan umat Kristiani yang sehat, solid, dan berdampak.
“Dalam persekutuan inilah fondasi kebersamaan kita dibangun hingga ke tingkat keluarga, agar damai Kristus benar-benar nyata dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Rangkaian perayaan HUT GEKIRA akan berlanjut pada Perayaan Natal Nasional Partai Gerindra yang dijadwalkan berlangsung pada 16–17 Januari 2026 di Sorong, Papua. Acara tersebut rencananya akan dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, para kepala daerah di Tanah Papua, serta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.
Perayaan ini bukan hanya seremoni keagamaan, tetapi juga membawa visi besar: menjadikan Papua sebagai subjek penggerak kegerakan rohani global. Dalam perspektif teologi misi, Papua ditempatkan sebagai titik penting dalam semangat “Back to Jerusalem”, yakni gerakan Injil yang terus bergerak dari timur menuju titik awal penyebaran iman.
“Jika Injil dimulai dari Yerusalem dan bergerak ke seluruh dunia, maka kembalinya obor tersebut ke Yerusalem dari titik paling timur adalah simbol kesiapan mempelai Kristus menyambut penggenapan janji-Nya,” disampaikan dalam refleksi rohani acara.
GEKIRA berharap perayaan ini tidak berhenti pada simbol dan seremoni, tetapi menjadi gerakan transformasi sosial yang menghadirkan nilai-nilai Injil seperti keadilan, perdamaian, persatuan, dan kesejahteraan yang nyata bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Dengan momentum HUT ke-17 ini, GEKIRA menegaskan diri sebagai wadah pemersatu umat Kristiani sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menjaga toleransi, persatuan bangsa, dan pembangunan Indonesia secara berkelanjutan.