Jumat, 31 Juli 2026
Pulang Pisau – PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Pulang Pisau membuka stand Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan pada ajang Handep Hapakat 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Senin (6/7/2026).
Manajer PT PLN Nusantara Power UP Pulang Pisau, Warhamna, mengatakan keikutsertaan perusahaan dalam kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan sekaligus mendorong pengembangan produk-produk UMKM binaan agar memiliki daya saing yang lebih luas.
Berbagai produk unggulan ditampilkan dalam stand tersebut, mulai dari tanaman hidroponik segar, aneka makanan ringan (snack), hingga kerajinan tangan berbahan rotan seperti dompet, topi, dan anyaman hasil karya masyarakat serta siswa Sekolah Luar Biasa (SLB).
Menurut Warhamna, produk tanaman hidroponik masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan, termasuk dipasarkan ke supermarket dengan dukungan pengemasan yang lebih modern dan menarik.
“Produk-produk ini sebenarnya memiliki potensi besar. Tanaman hidroponik masih bisa kita kembangkan, begitu juga produk-produk kerajinan dan makanan ringan. Yang perlu diperhatikan adalah kualitas kemasan agar lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan pasar,” ujarnya.
Ia menilai kemasan menjadi faktor penting dalam menarik minat konsumen. Tampilan produk yang menarik akan menjadi kesan pertama sebelum konsumen mencoba kualitas produk yang ditawarkan.
“Kemasan harus mengikuti perkembangan zaman. Orang pertama kali melihat produk pasti dari kemasannya. Kalau kemasannya menarik, orang akan tertarik membeli. Setelah itu, kalau rasanya enak atau kualitasnya bagus, tentu mereka akan kembali membeli,” katanya.
Selain meningkatkan kualitas produk, PLN Nusantara Power juga mendorong pelaku UMKM untuk terus berinovasi menciptakan produk-produk baru yang memiliki nilai jual lebih tinggi sesuai kebutuhan pasar.
Warhamna menjelaskan, seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil binaan dari tiga desa di wilayah sekitar perusahaan. Pembinaan dilakukan melalui program CSR yang setiap tahun mengalokasikan anggaran khusus untuk pemberdayaan masyarakat.
“Melalui CSR kami terus mendampingi UMKM agar berkembang. Targetnya, ketika mereka sudah mandiri dan mampu berdiri di atas kaki sendiri, maka pembinaan akan kami lepas sehingga mereka dapat berkembang secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Zass)