Jumat, 19 Juni 2026
Pulang Pisau – Anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Markurius Galan, mendorong masyarakat untuk mengembangkan budidaya tanaman semangka sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan sekaligus memanfaatkan lahan tidur yang masih banyak terdapat di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (19/6/2026).
Menurut Markurius Galan, program yang direncanakan pada tahun 2026 berfokus pada pemberdayaan masyarakat agar mampu berusaha secara mandiri dengan memanfaatkan lahan yang belum produktif. Langkah tersebut juga sejalan dengan program ketahanan pangan yang saat ini dijalankan pemerintah di berbagai daerah di Indonesia.
“Bagaimana kita bisa mengajak masyarakat berusaha secara mandiri sehingga dapat memanfaatkan lahan-lahan tidur. Selain itu, ini juga mendukung program ketahanan pangan yang dilaksanakan secara nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, budidaya semangka menjadi salah satu sektor pertanian yang dinilai mampu memberikan nilai ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat. Selama ini, sentra produksi semangka di Kabupaten Pulang Pisau dikenal berada di wilayah Henda, Garong, dan Saka Kajang. Namun, pihaknya ingin mendorong pengembangan ke wilayah lain seperti Pandih Batu, Sebangau Kuala, Pangkoh, dan daerah lainnya.
“Kita ingin mengajak masyarakat di wilayah lain untuk ikut mengembangkan budidaya semangka. Potensinya cukup besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, Markurius telah membuat lahan percontohan budidaya semangka di wilayah Pangkoh. Lahan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa tanaman semangka dapat dibudidayakan di berbagai kondisi lahan selama kebutuhan tanaman terpenuhi dengan baik.
“Tanaman semangka bisa tumbuh dengan baik apabila kebutuhan tanamannya diperhatikan. Di berbagai musim pun tetap bisa dibudidayakan,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh kebutuhan budidaya seperti bibit dan pupuk dikelola secara mandiri. Namun, tujuan utamanya adalah memberikan motivasi kepada masyarakat agar berani mengelola lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Saat ini, tanaman semangka di lahan percontohan tersebut diperkirakan akan memasuki masa panen sekitar 15 hari ke depan. Lokasi kebun berada di Desa Pangkoh I, tepatnya di pinggir jalan menuju Bahaur.
“Kurang lebih 15 hari lagi sudah bisa panen. Saya juga akan mengajak teman-teman media untuk melihat langsung hasilnya. Dengan waktu sekitar tiga bulan, semangka sudah bisa dipanen,” ungkapnya.
Markurius berharap pengembangan budidaya semangka dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang masih belum produktif di Kabupaten Pulang Pisau.
“Melihat situasi saat ini, bagaimana kita meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan yang ada sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” pungkasnya.(Zass)