Senin, 12 Oktober 2026
KUALA PEMBUANG — Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan untuk meninggalkan pola kerja pasif dan membangun budaya kerja yang kreatif, inovatif, serta proaktif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan saat menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) Servant Leadership atau kepemimpinan yang melayani di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Seruyan, Kuala Pembuang, Kamis (8/10/2026).
Bupati menilai, pejabat di lingkungan pemerintahan tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif dan menunggu arahan pimpinan. Mereka juga dituntut mampu membaca persoalan, mengambil inisiatif, memberikan solusi, serta menerjemahkan kebijakan menjadi program kerja yang berdampak bagi masyarakat.
“Jangan mundur lagi. Kita harus berada pada level kreatif dan inovatif. Aparatur harus aktif, proaktif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi organisasi,” tegas Ahmad Selanorwanda dalam arahannya.
Menurut Bupati, pejabat pada jenjang manajemen menengah memiliki posisi strategis dalam menghubungkan kebijakan pimpinan dengan pelaksanaan program di lapangan. Karena itu, mereka perlu menyeimbangkan pemahaman teknis dan administratif dengan kemampuan berpikir strategis.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan keterampilan komunikasi, berpikir konseptual, dan analisis. Kemampuan tersebut diperlukan agar aparatur dapat memahami persoalan secara menyeluruh, mengambil keputusan secara tepat, serta memperhitungkan dampak kebijakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Bupati mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak semata-mata diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari kemampuannya membangun organisasi, mengembangkan sumber daya manusia, dan menyiapkan kader penerus yang berkualitas.
Dalam birokrasi pemerintahan, orientasi utama kepemimpinan haruslah pengabdian, bukan keuntungan pribadi. Oleh sebab itu, setiap pejabat diminta memahami tugas dan fungsi organisasinya serta memastikan pelaksanaan program selaras dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Seruyan.
“Kalau kita berada dalam birokrasi pemerintahan, tujuan kita bukan mencari laba atau keuntungan, tetapi pengabdian,” ujarnya.
Prinsip tersebut sejalan dengan konsep servant leadership, yakni kepemimpinan yang menempatkan pelayanan, keteladanan, dukungan terhadap bawahan, dan pengembangan kapasitas tim sebagai bagian penting dari tanggung jawab seorang pemimpin.
Direktur Alfa Quantum Indonesia sekaligus narasumber kegiatan, Luhut Sagala, turut menegaskan bahwa kepemimpinan yang melayani harus diwujudkan melalui tindakan sehari-hari. Hal itu dapat dimulai dari kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan kerja, komunikasi yang baik, hingga kesediaan membantu dan mendukung rekan kerja.
Sementara itu, Wakil Bupati Seruyan H. Supian mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus terlebih dahulu memberikan teladan melalui perilaku dan tindakannya sebelum mengharapkan perubahan dari orang lain.
Bimtek Servant Leadership angkatan pertama tersebut berlangsung selama tiga hari dan diikuti 42 peserta. Pelatihan membahas pengembangan karakter kepemimpinan, komunikasi efektif, kerja sama tim, motivasi, serta penerapan nilai-nilai pelayanan dalam lingkungan kerja.
Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi diterapkan dalam pelaksanaan tugas di masing-masing perangkat daerah.
Penerapan kepemimpinan yang melayani diharapkan mampu mendorong terbentuknya birokrasi yang profesional, responsif, dan inovatif. Pada akhirnya, keberhasilan perubahan budaya kerja ASN perlu tercermin dalam pelayanan yang semakin mudah diakses, cepat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan demikian, tantangan setelah pelatihan ini adalah memastikan bahwa nilai-nilai kepemimpinan yang melayani benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja pemerintahan, bukan sekadar konsep yang dipahami selama kegiatan berlangsung.