Dari Gambut ke Prestasi, Inovasi Pelajar SMAN 3 Palangka Raya Berbuah Medali Emas

WhatsApp Image 2026-10-20 at 05.41.12

PALANGKA RAYA – Enam pelajar SMA Negeri 3 Palangka Raya berhasil meraih medali emas dalam ajang Lomba Peneliti Belia 2026 melalui penelitian inovasi penyaring air gambut berbasis bahan lokal. Capaian ini menunjukkan bahwa persoalan lingkungan di Kalimantan Tengah dapat menjadi ruang lahirnya gagasan ilmiah yang dikembangkan sejak bangku sekolah.

Inovasi bernama PURE-PEAT tersebut mengintegrasikan purun, pasir, limbah kayu, dan kerikil sebagai media filtrasi untuk membantu menjernihkan air gambut sekaligus meningkatkan derajat keasamannya atau pH. Penelitian ini berangkat dari kondisi geografis Kalimantan Tengah yang memiliki kawasan gambut luas dan menghadapi tantangan dalam penyediaan air bersih.

Tim peneliti terdiri atas Geovan Marvellino, Chintya Putri Jasmine, Gladys Nathazia Ananda Debint, Katherine Allusia Handra, Raelynn Telabang Narang, dan Marsel U. Dalam proses pengembangannya, para siswa didampingi guru pembimbing Robintang Sitorus.

Guru pembimbing tim, Robintang Sitorus, menjelaskan bahwa penelitian tersebut berangkat dari upaya mendorong siswa mengenali persoalan di lingkungan sekitar dan mengolahnya menjadi objek penelitian ilmiah.

Menurutnya, air gambut memiliki karakteristik berupa warna pekat dan tingkat keasaman yang relatif tinggi. Kondisi itu mendorong tim untuk mengembangkan alternatif penyaringan dengan memanfaatkan material yang tersedia di lingkungan Kalimantan Tengah.

“Hal yang ingin kami tekankan adalah bagaimana siswa mampu melihat persoalan yang ada di sekitar mereka sebagai peluang untuk melakukan penelitian. Bahan-bahan yang selama ini dianggap sederhana dapat dikembangkan menjadi inovasi apabila dipelajari dan diuji secara ilmiah,” ujarnya.

Memanfaatkan Potensi Lokal untuk Menjawab Persoalan Air Bersih

PURE-PEAT dirancang dengan memadukan sejumlah bahan lokal ke dalam sistem penyaringan berlapis. Purun, pasir, kerikil, dan arang yang berasal dari limbah kayu dimanfaatkan sebagai media untuk membantu mengurangi warna serta kekeruhan air gambut.

Berdasarkan hasil pengujian yang dilaporkan tim, susunan filter yang dinilai paling optimal mampu meningkatkan pH sampel air gambut dari 4,0 menjadi 6,5. Tingkat kejernihan air juga dilaporkan meningkat hingga 60 persen.

Hasil tersebut memperlihatkan potensi pemanfaatan sumber daya lokal dalam pengembangan teknologi pengolahan air. Namun, capaian ini masih perlu ditindaklanjuti dengan pengujian yang lebih menyeluruh, terutama terhadap parameter kimia dan mikrobiologi, sebelum air hasil penyaringan dapat dinyatakan aman untuk dikonsumsi.

Karena itu, PURE-PEAT saat ini lebih tepat dipandang sebagai prototipe inovasi yang menjanjikan dan masih membutuhkan penyempurnaan. Pengujian lanjutan penting untuk memastikan konsistensi kinerja filter, kestabilan pH, serta kualitas air yang dihasilkan dalam berbagai kondisi.

Prestasi yang Perlu Diikuti Pengembangan Riset

Lomba Peneliti Belia 2026 diselenggarakan oleh International Science and Invention Fair (ISIF) bekerja sama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA), dengan Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat, sebagai tuan rumah.

Bagi tim SMAN 3 Palangka Raya, medali emas tersebut menjadi pencapaian penting dalam perjalanan penelitian mereka. Namun, nilai utama penelitian tidak hanya terletak pada penghargaan yang diraih, melainkan juga pada upaya membangun budaya riset di kalangan pelajar dan menghubungkan ilmu pengetahuan dengan persoalan nyata masyarakat.

Robintang berharap prestasi tersebut dapat mendorong lebih banyak siswa untuk berani meneliti, berpikir kritis, dan mengembangkan gagasan berdasarkan kebutuhan lingkungan sekitar.

Ia juga berharap penelitian PURE-PEAT dapat terus disempurnakan melalui pengembangan prototipe dan metodologi, sehingga potensi manfaatnya dapat dikaji lebih jauh.

Inovasi ini sekaligus mengingatkan bahwa persoalan air bersih di kawasan gambut tidak cukup dijawab hanya dengan gagasan. Diperlukan penelitian yang berkelanjutan, pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan, serta dukungan terhadap pengembangan teknologi yang sesuai dengan kondisi lokal.

Melalui PURE-PEAT, para pelajar SMAN 3 Palangka Raya menunjukkan bahwa potensi daerah dapat menjadi sumber pengetahuan dan inovasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan penelitian tersebut terus berkembang secara ilmiah agar manfaatnya tidak berhenti pada prestasi kompetisi, tetapi juga berpeluang menjawab kebutuhan masyarakat.

WhatsApp Image 2026-10-27 at 18.07.14
WhatsApp Image 2026-10-23 at 18.17.17 (1)
WhatsApp Image 2026-01-15 at 20.21.20

Opini

keagamaan

Olahraga & Otomotif

Hiburan & Gaya Hidup

Seni & Budaya

WhatsApp Image 2026-01-15 at 20.21.21
WhatsApp Image 2026-10-23 at 18.17.17 (1)
WhatsApp Image 2026-02-17 at 12.26.37
WhatsApp Image 2026-02-17 at 11.00.18
WhatsApp Image 2026-02-18 at 14.16.56

Berita Populer

Hukum & Kriminal

Politik

Ekonomi

Lifestyle

WhatsApp Image 2026-01-15 at 20.21.21