Kamis, 29 Oktober 2026
PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat perhatian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk kelompok pekerja yang tetap menjalankan aktivitas di tengah kondisi kabut asap.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran secara simbolis menyerahkan bantuan kepada sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Senin (19/10/2026).
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap para pengemudi ojol yang tetap bekerja di ruang terbuka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari meski kondisi udara terdampak kabut asap akibat karhutla.
Paket bantuan yang disalurkan terdiri atas kebutuhan pangan berupa beras, gula dan minyak goreng. Selain itu, para pengemudi juga menerima multivitamin, masker KN95 serta makanan bergizi sebagai bagian dari dukungan terhadap kesehatan mereka selama beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Agustiar mengatakan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat yang terdampak karhutla mendapatkan perhatian, termasuk mereka yang berada pada sektor pekerjaan dengan mobilitas tinggi seperti pengemudi ojol.
Menurutnya, para pengemudi ojol merupakan bagian penting dari aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Namun, karakter pekerjaan tersebut membuat mereka harus tetap berada di luar ruangan dan berhadapan langsung dengan kondisi udara ketika kabut asap terjadi.
“Pemerintah harus hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Para pengemudi ojol tetap harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka sekaligus membantu menjaga kesehatan selama kondisi karhutla berlangsung,” ujar Agustiar.
Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak semata-mata berkaitan dengan upaya pemadaman titik api. Dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan dan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat juga perlu menjadi perhatian pemerintah.
Karena itu, pemberian bantuan kepada kelompok masyarakat terdampak menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat selama kondisi karhutla.
“Penanganan karhutla bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga bagaimana masyarakat yang terdampak mendapatkan perlindungan dan perhatian. Pemerintah terus berupaya melakukan penanganan sesuai kewenangan yang dimiliki dan memastikan masyarakat tidak menghadapi kondisi ini sendirian,” katanya.
Pemprov Kalteng juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi karhutla berlangsung. Masyarakat diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, menjaga kesehatan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran.
Agustiar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam pencegahan karhutla. Menurutnya, penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat, dunia usaha dan masyarakat.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh masyarakat. Kita ingin kondisi ini segera teratasi dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk respons Pemprov Kalteng terhadap dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat karhutla. Pemerintah juga terus melakukan langkah penanganan di lapangan serta mendorong masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.