Kamis, 29 Oktober 2026
PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menggelar silaturahmi dan doa bersama dengan tokoh lintas agama di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Jumat (23/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan dan sinergi dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Selain menjadi ruang silaturahmi, pertemuan itu dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk membangun komunikasi dengan para tokoh agama agar ikut mengambil peran dalam mendorong kepedulian masyarakat terhadap penanganan karhutla.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden mengatakan, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan langkah teknis pemerintah dan petugas di lapangan. Menurutnya, diperlukan pula kepedulian sosial, kesadaran masyarakat, serta dukungan seluruh elemen daerah.
Karena itu, keterlibatan tokoh agama dinilai penting mengingat posisi mereka yang dekat dengan masyarakat dan memiliki peran dalam membina umat, menjaga nilai moral, serta merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Tengah.
“Dengan kebersamaan ini saya harapkan kita mampu melewati masa-masa sulit, khususnya menghadapi bencana karhutla saat ini. Nilai-nilai toleransi dan gotong royong harus terus kita junjung tinggi agar pembangunan daerah dapat berjalan dengan optimal,” ujar Linae.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Agustiar Sabran juga membuka ruang dialog dengan para tokoh lintas agama. Sejumlah pandangan disampaikan sebagai bagian dari upaya membangun keterlibatan bersama dalam menghadapi kondisi karhutla.
Para tokoh agama yang hadir menyambut baik langkah tersebut dan menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah, termasuk mengajak umat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta mendukung berbagai langkah penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah.
Pertemuan lintas agama tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap semangat kebersamaan yang dibangun tidak hanya hadir ketika daerah menghadapi bencana, tetapi juga menjadi modal sosial dalam pembangunan daerah.
Semangat itu sejalan dengan falsafah Huma Betang, yang menempatkan kehidupan bersama dalam keberagaman, toleransi, gotong royong, dan persatuan sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah.
Melalui silaturahmi dan doa lintas agama tersebut, pemerintah daerah bersama para tokoh agama menyatukan harapan agar penanganan karhutla dapat berjalan optimal dan kondisi lingkungan serta kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah segera kembali membaik.