Kamis, 29 Oktober 2026
KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten Seruyan memperkuat upaya menjaga keterjangkauan pangan masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026.
Kegiatan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Seruyan tersebut berlangsung di Kantor DKPP Seruyan, Kamis (22/10/2026). GPM menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan.
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda mengatakan ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan daerah menghasilkan bahan pangan. Menurutnya, persoalan yang tidak kalah penting adalah memastikan hasil produksi dapat tersedia dan terdistribusi hingga ke masyarakat dengan harga yang dapat dijangkau.
“Pada akhirnya adalah bagaimana tersedia pangan yang cukup, yang murah, dan terdistribusi dengan baik sampai kepada masyarakat, dengan jumlah yang memadai dan tentu berkualitas,” ujar Ahmad.
Ia menilai penguatan ketahanan pangan membutuhkan keterhubungan antara sektor hulu, tengah, dan hilir. Petani sebagai produsen harus mendapatkan dukungan, sementara hasil produksi perlu dikelola dan disalurkan secara efektif agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sebagai konsumen.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga rantai pasok pangan, termasuk petani, pelaku usaha, pedagang dan masyarakat.
Ahmad juga menegaskan bahwa program pangan murah, pangan bersubsidi dan pasar murah perlu dilanjutkan sebagai bagian dari kebijakan menjaga ketersediaan sekaligus keterjangkauan pangan.
“Program pangan murah seperti ini sangat bagus untuk kita lakukan, untuk kita teruskan. Pangan bersubsidi, kemudian juga pasar murah dan lain-lain, semua dalam rangka mendukung agar sektor hulu, tengah, hingga hilir dapat dikelola dengan baik,” katanya.
Kepala DKPP Kabupaten Seruyan Sri Susanti menjelaskan, pelaksanaan GPM mengacu pada arahan Badan Pangan Nasional untuk membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.
Kegiatan di Kuala Pembuang tersebut merupakan GPM ketiga yang dilaksanakan Pemkab Seruyan sepanjang Oktober 2026. Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di Desa Kartika Bhakti dan Desa Mekar Indah. Pemerintah daerah juga merencanakan pelaksanaan GPM di Kecamatan Seruyan Tengah dengan menggandeng Dewan Adat Dayak.
Dalam GPM kali ini, pemerintah menyediakan sejumlah kebutuhan pokok, antara lain beras SPHP dan beras premium sebanyak 400 sak, gula pasir 200 kilogram, minyak goreng 100 liter, telur ayam 100 rak, bawang 200 kilogram, serta daging ayam 200 kilogram.
Ketersediaan komoditas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau. Pada saat yang sama, kegiatan ini menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Namun, keberlanjutan program menjadi faktor penting. Pasar murah dapat membantu masyarakat dalam jangka pendek, tetapi ketahanan pangan daerah membutuhkan kebijakan yang mampu menjaga produksi, distribusi, dan daya beli masyarakat secara berkelanjutan.
Karena itu, Pemkab Seruyan menyatakan akan melanjutkan kegiatan serupa sekaligus memperkuat integrasi sektor pertanian dari hulu hingga hilir.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang cukup dan terjangkau, tetapi juga memberikan ruang bagi petani dan pelaku usaha lokal untuk tetap menjadi bagian penting dalam sistem pangan daerah.