Kamis, 29 Oktober 2026
KUALA PEMBUANG – Wakil Bupati Seruyan H. Supian mendorong generasi santri tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Pesan tersebut disampaikan saat Supian memimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Halaman Kantor Bupati Seruyan, Kamis (22/10/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”
Dalam kesempatan tersebut, Supian membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar yang menekankan bahwa perjuangan santri pada masa kini memiliki bentuk yang berbeda dibandingkan perjuangan generasi terdahulu.
Jika dahulu ulama dan santri berperan dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, generasi santri saat ini dituntut mengambil bagian dalam pembangunan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta penguatan akhlak.
“Jika dahulu para santri menguatkan negeri dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini santri harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan tentu saja akhlak mulia,” demikian amanat Menteri Agama yang dibacakan Wakil Bupati Seruyan.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat. Santri diharapkan tidak menempatkan nilai keagamaan dan perkembangan ilmu pengetahuan sebagai dua hal yang berseberangan, melainkan menggabungkannya sebagai modal untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Selain penguasaan ilmu dan teknologi, santri juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan dan kerukunan, mendorong kemandirian ekonomi, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Peran tersebut sejalan dengan penguatan fungsi pesantren yang mencakup pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah juga terus mendorong penguatan kelembagaan pesantren melalui Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama.
Dalam konteks pembangunan daerah, semangat tersebut diharapkan turut tumbuh di kalangan generasi muda Seruyan. Santri tidak hanya diposisikan sebagai peserta didik di lembaga keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari sumber daya manusia yang dapat mengambil peran dalam pembangunan.
Peringatan Hari Santri juga menjadi pengingat bahwa sejarah perjuangan ulama dan santri merupakan bagian dari sejarah kebangsaan Indonesia. Salah satu tonggak penting yang dikenang adalah Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.
Karena itu, semangat perjuangan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peringatan tahunan. Nilai perjuangan, persatuan, kecintaan terhadap tanah air, dan pengabdian kepada masyarakat perlu diterjemahkan ke dalam bentuk kontribusi nyata generasi santri di tengah perubahan zaman.
Dengan perpaduan antara keimanan, akhlak, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemampuan berinovasi, generasi santri diharapkan dapat mengambil bagian dalam membangun Kabupaten Seruyan sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.