Kamis, 29 Oktober 2026
SERUYAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan terus melakukan pemetaan terhadap kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla), salah satunya di wilayah Tanjung Rangas.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Seruyan, Agus Supriadi, S.Pi., mengatakan pemetaan dilakukan dalam rangka mengetahui lokasi-lokasi yang memiliki tingkat kerawanan sekaligus mempercepat langkah penanganan apabila ditemukan titik api.
Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi kunjungan kerja Bupati Seruyan ke wilayah Tanjung Rangas. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah juga melihat secara langsung kondisi kawasan yang sebelumnya dilaporkan mengalami kebakaran cukup luas.
“Memang informasinya di Tanjung Rangas ini lokasi kebakaran cukup luas, kemudian api juga ada yang bisa ditangani, ada yang tidak,” ujar Agus, Kamis(17/09/2026).
Menurutnya, kondisi geografis di sejumlah kawasan menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan karhutla. Karena itu, pemetaan lapangan diperlukan agar petugas dapat mengetahui lokasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Seruyan juga menyerahkan bantuan berupa satu unit mesin jinjing beserta satu set perlengkapannya kepada masyarakat Tanjung Rangas.
Agus menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan diserahkan kepada masyarakat melalui Bupati Seruyan.
Selain melakukan pemantauan melalui jalur darat, BPBD Seruyan juga berencana menyusuri kawasan sungai untuk melihat kondisi lahan di sekitar tepian sungai yang turut menjadi lokasi terjadinya kebakaran.
“Kami juga nantinya akan menyusuri sungai karena di lokasi pinggiran sungai juga banyak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.
Penyisiran tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya respons cepat. Apabila dalam perjalanan ditemukan titik api, petugas akan langsung melakukan tindakan pemadaman sesuai kondisi di lapangan.
“Sekaligus kalau memang ada titik api kita langsung melakukan pemadaman,” katanya.
BPBD Seruyan berharap pemetaan dan pemantauan secara langsung dapat membantu mempercepat penanganan karhutla, terutama di kawasan yang memiliki akses terbatas dan berpotensi mengalami kebakaran kembali.