Jumat, 30 Oktober 2026
SERUYAN – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Seruyan, Harsandi, S.T., M.M., menyoroti pemanfaatan kawasan pertanian di wilayah Tanjung Rangas yang dalam pemantauan lapangan ditemukan banyak ditanami kelapa sawit.
Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Bupati Seruyan melakukan monitoring perjalanan menuju sejumlah desa di wilayah atas Kota Kuala Pembuang, sekaligus meninjau kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Harsandi mengatakan, akses menuju kawasan tersebut memiliki posisi strategis karena menjadi jalur menuju sejumlah desa, salah satunya Desa Tanjung Rangas. Menurutnya, peningkatan akses jalan di wilayah tersebut juga telah lama menjadi perhatian pemerintah daerah.
Namun, selain persoalan infrastruktur dan karhutla, perjalanan tersebut juga memberikan gambaran mengenai kondisi pemanfaatan lahan di sepanjang kawasan yang dilalui.
“Kita melihat luar biasanya lokasi areal pertanian, tetapi kita melihat juga banyaknya pohon kelapa sawit yang ditanam,” ujar Harsandi, Kamis(17/09/2029).
Ia berharap pemerintah daerah dapat melakukan inventarisasi secara lebih menyeluruh untuk memastikan pemanfaatan lahan tetap sesuai dengan peruntukan tata ruang.
Menurut Harsandi, apabila kawasan tersebut memang ditetapkan sebagai areal pertanian, keberadaan tanaman kelapa sawit perlu ditata agar tidak berkembang menjadi kawasan perkebunan yang bertentangan dengan fungsi ruang yang telah ditentukan.
“Kalau memang ini menjadi tata ruang untuk areal pertanian, agar bisa kita imbau kebun kelapa sawit untuk bisa ditata,” katanya.
Ia menyebut, salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah membatasi keberadaan tanaman kelapa sawit di sekitar tanggul atau sepanjang akses jalan, bukan menjadikannya sebagai areal perkebunan.
“Kemungkinan hanya diperbolehkan di sekitar tanggul atau di sekitar jalan, tetapi bukan untuk areal perkebunan,” ucapnya.
Harsandi menilai, inventarisasi dan penataan pemanfaatan lahan penting dilakukan agar pengembangan kawasan pertanian di Seruyan tetap berjalan sesuai rencana tata ruang sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dalam mengelola lahannya.
Ia menegaskan, hasil monitoring tersebut menjadi salah satu bahan yang perlu mendapat perhatian bersama antara DPRD dan pemerintah daerah dalam melihat perkembangan wilayah Tanjung Rangas ke depan.