Kamis, 29 Oktober 2026
PULANG PISAU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) tahap II serta bantuan pangan kepada masyarakat di Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penyaluran bantuan dipusatkan di halaman Kantor Desa Talio Muara, Kamis (15/10/2026), dan dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo bersama Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta.
Selain KHBS dan bantuan pangan, masyarakat juga memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan penyaluran air bersih. Program tersebut menjadi bagian dari intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla.
Edy mengatakan berbagai program perlindungan sosial tetap dijalankan di tengah kondisi karhutla. Pemerintah, menurut dia, berupaya memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
“Pokoknya selama karhutla ini program jalan terus. KHBS, bantuan pangan, pasar murah untuk meringankan beban masyarakat,” kata Edy.
Dalam kunjungan tersebut, Edy didampingi Nunu Andriani Edy Pratowo serta Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta.
Edy mengatakan kunjungannya ke Talio Muara juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan pelayanan dan bantuan dapat berjalan.
“Saya silaturahmi, saya menjalankan tugas amanah yang diberikan dalam rangka semaksimal mungkin pelayanan membantu masyarakat,” ujarnya.
Kepala BPMDes Kalimantan Tengah Aryawan menyebutkan terdapat 1.378 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) KHBS di Kecamatan Pandih Batu.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 127 KPM tercatat telah melakukan transaksi, sedangkan 1.251 KPM belum melakukan transaksi.
Selain penyaluran KHBS, pemerintah memberikan pelayanan kesehatan gratis dengan melibatkan Puskesmas Pangkoh serta menyalurkan air bersih kepada masyarakat.
“Cek kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Pangkoh dan penyaluran air bersih,” kata Aryawan.
Di tengah penyaluran bantuan, pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak karhutla, terutama paparan asap yang dapat memengaruhi kesehatan.
Edy meminta masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah karena asap kebakaran dapat membawa partikel berukuran kecil yang tidak terlihat secara kasatmata.
“Kami berharap Ibu dan Bapak semua tetap waspada dan kalau keluar rumah menggunakan masker karena kita nggak tahu asap itu membawa partikel-partikel yang tidak bisa kita lihat dengan kasat mata,” tuturnya.
Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi karhutla di Kalimantan Tengah untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta mengapresiasi penyaluran bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kepada masyarakat di wilayahnya.
Menurut dia, bantuan pangan dan KHBS dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat, terutama warga yang terdampak karhutla.
“Saya atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Pulang Pisau menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur atas bantuannya, terutama pangan murah dan KHBS ini,” kata Ahmad.
Penyaluran bantuan tersebut mendapat antusiasme masyarakat. Warga memadati halaman Kantor Desa Talio Muara dan mengikuti proses penyaluran bantuan, pemeriksaan kesehatan, serta pelayanan lainnya secara tertib.