Kamis, 29 Oktober 2026
PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperluas perhatian kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk para pelayan jemaat yang tetap menjalankan aktivitas pelayanan di tengah kondisi kabut asap.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran berdialog langsung dengan sejumlah pendeta, pastor, penjaga gereja atau koster, serta guru Sekolah Hari Minggu (SHM) dari berbagai denominasi gereja di halaman Gereja GPIB Ebenhaezer, Jalan Baban, Palangka Raya, Minggu (18/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Agustiar didampingi Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden. Selain mendengarkan aspirasi para pelayan jemaat, kunjungan tersebut juga dirangkai dengan penyaluran bantuan pemerintah bagi masyarakat yang terdampak karhutla.
Bantuan diberikan kepada jemaat dan pelayan gereja dari berbagai aras gereja sebagai bagian dari upaya pemerintah meringankan beban masyarakat di tengah kondisi kabut asap.
Paket bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pangan, masker dan vitamin. Pemerintah juga menyediakan makanan tambahan berupa bubur kacang hijau dan telur rebus untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat.
Sekda Kalteng Linae Victoria Aden mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak karhutla, termasuk jemaat dan para pelayan gereja.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, terutama jemaat dan para pelayan gereja yang hadir pada kesempatan ini. Pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat yang terdampak mendapatkan perhatian dan dukungan,” ujar Linae.
Menurutnya, kondisi karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu memastikan kelompok masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas pelayanan maupun pekerjaan sehari-hari tetap mendapatkan perhatian, terutama dalam aspek kesehatan dan kebutuhan dasar.
Dialog antara gubernur dan para pelayan jemaat juga menjadi ruang untuk mendengarkan kondisi serta aspirasi masyarakat secara langsung. Komunikasi tersebut dinilai penting agar pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.
Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat juga diharapkan memperkuat kolaborasi dalam menghadapi dampak karhutla. Pemerintah tidak hanya menjalankan langkah penanganan di lapangan, tetapi juga memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak secara langsung.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kesehatan selama kondisi udara terdampak kabut asap. Penggunaan masker ketika beraktivitas di luar ruangan serta menjaga asupan makanan dan vitamin menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi karhutla. Peran tokoh agama dan komunitas keagamaan dinilai penting dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pencegahan kebakaran serta menjaga lingkungan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Wilayah Kalimantan Tengah (PGIW Kalteng) Pdt. Ayang Setiawan serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kalteng, di antaranya Kepala Biro Administrasi Pimpinan Johni Sonder.