Kamis, 29 Oktober 2026
PANGKALAN BUN — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menekankan pentingnya pemerataan pembangunan dan kolaborasi lintas sektor saat memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (6/10/2026).
Dalam upacara yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kotawaringin Barat itu, Agustiar menyebut kemajuan Kobar selama 67 tahun merupakan hasil kerja berbagai elemen masyarakat. Karena itu, momentum hari jadi daerah tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat sinergi dalam pembangunan.
Agustiar mengajak pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, aparatur sipil negara, akademisi, dunia usaha, media, serta masyarakat untuk memperkuat kerja bersama.
Menurut dia, semangat tersebut sejalan dengan filosofi Huma Betang, yang menggambarkan kehidupan bersama dalam keberagaman.
“Tidak ada kemajuan tanpa kebersamaan. Huma Betang adalah rumah besar kita yang bukan menghilangkan, tetapi menyatukan sekat perbedaan,” kata Agustiar dalam amanatnya.
Ia juga menekankan agar pembangunan di Kalimantan Tengah tidak berhenti pada pertumbuhan kawasan perkotaan. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memastikan pembangunan dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.
“Pembangunan daerah” yang dimaksud diarahkan agar semakin adil dan merata, mulai dari kawasan pedalaman hingga perkotaan.
Dalam kesempatan tersebut, Agustiar juga mengajak masyarakat Kobar mendukung Asta Cita Presiden serta visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui sejumlah program, termasuk Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
Pesan tersebut beriringan dengan dorongan kepada Kobar untuk memperkuat kemandirian daerah. Pemerintah Provinsi Kalteng menyebut kemandirian daerah perlu ditopang oleh pengembangan potensi lokal, termasuk sumber daya alam, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata, ketahanan pangan, serta kebudayaan.
Bagi pemerintah daerah, penguatan potensi lokal menjadi bagian dari upaya membangun daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain pembangunan, persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut menjadi perhatian Gubernur Kalteng.
Agustiar meminta masyarakat tetap tenang sekaligus waspada terhadap kondisi udara akibat karhutla. Ia mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika kualitas udara memburuk dan mengedepankan kepedulian terhadap sesama.
Namun, penanganan karhutla menurut dia tidak semestinya berhenti pada upaya pemadaman api.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat diminta memperhatikan dampak yang dirasakan masyarakat, terutama ketika kualitas udara menurun. Langkah yang disebut antara lain penyediaan Rumah Oksigen, masker, multivitamin, air bersih, serta bantuan lain yang dibutuhkan warga.
“Pemerintah harus hadir membantu masyarakat,” ujar Agustiar.
Peringatan Hari Jadi ke-67 Kobar dengan demikian tidak hanya menjadi momentum untuk melihat perjalanan pembangunan daerah, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk menegaskan kembali agenda pemerataan, kemandirian daerah, kolaborasi, serta perlindungan masyarakat dari dampak persoalan lingkungan.
Bagi Kobar, tantangan berikutnya adalah memastikan agenda tersebut tidak berhenti sebagai pesan dalam seremoni hari jadi, melainkan diterjemahkan ke dalam kebijakan dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.